KOTA TANGERANG,
RUANG PERTEMUAN
BUDAYA
Sejak berabad lalu, Tangerang adalah tempat orang datang dan tinggal: pedagang Tionghoa di tepi Cisadane, keluarga Betawi di kampung-kampung, perantau Sunda dan Jawa yang membawa gamelan dan angklung. Benteng Culture Festival mengumpulkan semuanya di satu halaman kota selama tiga hari.
Tahun ini temanya “My Culture, My Pride”, bukan sekadar pertunjukan, melainkan ajakan untuk ikut menari, membatik, dan bercerita.
TIGA TUJUAN KEGIATAN

Melestarikan Budaya
Angklung, batik Tangerang, tari kreasi, dan barongsai tampil di panggung yang sama, terekam untuk terus diwariskan ke edisi berikutnya.

Generasi Muda
Enam kanal lomba untuk pelajar dan komunitas, plus kelas singkat membatik dan angklung setiap sore di Zona Warisan.

Ekonomi Kreatif
120 tenant UMKM kuliner dan kriya, dihubungkan ke paspor digital agar pengunjung merata menjelajah semua zona.
JOURNEY BENTENG CULTURE FESTIVAL
Awal Mula
Festival Budaya Kota Tangerang pertama kali digelar, jadi cikal bakal agenda tahunan yang terus berkembang sampai sekarang.
Pelangi Nusantara
1–3 November di Taman Elektrik. Kirab budaya, parade pendekar, dan bazar kuliner meriahkan tema "Pelangi Nusantara".
Benteng Culture Festival
5–7 Desember di Metropolis Town Square. Menarik 24.150 pengunjung dan transaksi UMKM Rp287,5 juta, dimeriahkan D’Massiv.
My Culture, My Pride
20 – 22 November 2026 kembali di Taman Elektrik. Edisi tahun ini, mengajak lebih banyak generasi muda ikut menari, membatik, dan bercerita.




